-->

Mengobati Berbagai Macam Penyakit Dengan Adas. Ini rahasianya

Adas secara tradisional telah dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang sangat mujarab. Ada begitu banyak penyakit yang bisa diobati dengan memanfaatkan tanaman obat yang satu ini.

Begitu banyak khasiat pengobatan dari Adas hingga bangsa Anglo Saxon menyebut Adas sebagai tanamana obat mukjizat. ( di negera manca situ, tanaman Adas ini memiliki banyak sebutan, antara lain : Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel ).

Mengapa tanaman Adas memiliki begitu banyak khasiat pengobatan ?

Kandungan Kimia dari tanaman Adas

● Setelah dilakukan beberapa penelitian pada tanaman Adas ini mengandung :

- minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 – 6%
- Anetol 50 – 60% . Kandungan anetol inilah yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif.
- Kurang lebih 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak.

● Akar Adas
Pada akar tanaman Adas mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).

● Buah Adas
Pada buah adas mengandung :
- 2-6% minyak atsiri yang terdiri dari: 50-70% trans-anetol dan lebih kurang 20% (+)-cis-anetol, 15-24% fenkon (berasa pahit dan mempunyai aroma seperti kamfer),
- 22,3% estragol,
- 4-7% metilkavikol, anisaldehida (suatu senyawa hasil oksidasi anetol), fenilalkohol, limonen, terpineol, beberapa senyawa terpenoid hidrokarbon antara lain pinen, felandren, limonen.
Selain minyak atsiri, pada adas terdapat juga kandungan glikosidastilben funikulosida I, II, III, IV, stigmasterin, flavonoid, minyak lemak, protein, asam-asam organik, pentosan, pektin, trigonelin, kolin, yodin

● Daun Adas
Pada daun Adas segar mengandung kuersetin-3-gluku-ronida, kaemferol-3-glukuronida, 0,008% funikularin-(kuersetin-3-arabinosida), 0,1% nelumbosida (kuersetin-3-glukoglukuronida).

Efek Biologi dan Farmakologi dari tanaman Adas
Karena kandungan tersebut di atas, maka tanaman Adas memiliki efek Efek Biologi dan Farmakologi sebagai berikut :
● Minyak atsiri
Minyak atsiri dari buah adas memiliki efek pada penghambatan kontraksi trakeal marmot yang diakibatkan oleh histamin, di samping itu dapat berefek sebagai antiseptik.

● Buah Adas
Ekstrak buah yang telah dikeringkan berefek diuretik, antipiretik, antimikroba, peningkatan sekresi empedu dan sitotoksik. Ekstrak yang larut dalam n-heksana dan etanol mempunyai aktivitas ketoksikan tertentu pada metode pengujian dengan “Brine Shrimp Test” (BST).

Infusa buah Foeniculum vulgare yang setara dengan serbuk 7,3 mg, 73 mg dan 219 mg/100 gBB dapat berefek pada penghambatan masa subur (fase estrus). Efek analgesik pada dosis 910 mg/ kgBB pada mencit jantan yang mendapat rangsang panas, sebanding dengan parasetamol dosis 145 mg/kgBB; daya analgetik pada dosis 910 mg/kgBB. sebesar 96,99% (infusa campuran dari adas dan pulosari mempunyai daya analgetik 97,44%).

Pemberian campuran ekstrak sama banyak dari herba Talinum triangulare, herba Blumea balsamifera dan buah Foeniculum vulgare pada mencit dan tikus jantan dengan dosis 0,89, 1,33 dan 2 g/kgBB berefek pada peningkatan aktivitas motorik dan rasa ingin tahu; mengurangi efek hipnotik barbiturat, memproteksi efek ptosis yang diinduksi dengan reserpin; dan pada peningkatan lama waktu berenang.

Semakin besar dosis buah Foeniculum vulgare yang diberikan secara i.p., masa tidur mencit lebih pendek (ada hubungan antara dosis dan efek). Minyak esensial dan oleoresin Adas dapat digunakan untuk aroma sabun, kream, parfum dan minuman beralkohol.

Karena kandungan dan efek farmakologis itulah maka tanaman adas sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Termasuk untuk menjaga dan meningkatkan keharmonisan rumah tangga.
Belum tahu caranya ?
Kalau begitu buka saja yang dibawah ini :

Anda mungkin menyukai postingan ini